Mahesa Reksa Kembara
PRASASTI CANGGAL SEBAGAI SIMBOL LINGGA KEKUASAAN RAKAI MATARAM SANG RATU SANJAYA
Pada umumnya para sejarawan sepakat bahwa Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya adalah pendiri Kerajaan Medang atau yang lazim disebut Mataram kuno.
Meskipun nama beliau begitu masyhur di seluruh tanah Jawa, namun sedikit sekali yang kita ketahui tentang sejarah kehidupan dan masa pemerintahan beliau. Hal itu disebabkan karena hingga saat ini baru satu prasasti yang ditemukan yang merupakan prasasti peninggalan raja Sanjaya, yaitu Prasasti Canggal (732 M).
Sedangkan dua prasasti lainnya yaitu Prasasti Mantyasih (907 M) dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M) yang ditulis pada masa pemerintahan Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung hanya menyinggung sekilas nama beliau.
Satu-satunya sumber yang mengisahkan sepak terjang beliau adalah Carita Parahyangan, yaitu sebuah naskah kuno yang ditulis pada lembaran- lembaran rontal yang konon berasal dari Sumedang, Jawa Barat.
Namun mengingat naskah ini baru ditulis pada abad ke-16, dan berselang berabad-abad dari masa kehidupan Sang Ratu Sanjaya, maka naskah ini hanya digunakan sebagai sumber data sekunder.
Di sini saya tidak akan membahas kisah kepahlawanan Rahyang Sanjaya dalam naskah Carita Parahyangan, melainkan saya hanya akan berbagi mengenai isi dari Prasasti Canggal yang merupakan satu-satunya prasasti peninggalan beliau.
PRASASTI CANGGAL (732 M)
Prasasti Canggal ditemukan di kompleks Candi Gunung Wukir, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berita tentang penemuan ini pertama kali dipublikasikan pada tanggal 10 Maret 1884, dalam sebuah sesi pertemuan anggota kelompok ilmiah Royal Academy di Amsterdam, Belanda.
Prasasti Canggal merupakan salah satu peninggalan terpenting dari Kerajaan Mataram Kuno Periode Jawa Tengah. Pada prasasti ini ditemukan angka tahun penulisan prasasti, sehingga para arkeolog dapat memperkirakan awal berdirinya Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa.
Angka tahun penulisan prasasti itu termuat dalam sebuah candra sengkala yang berbunyi "Sruti Indriya Rasa" (Sruti = 4, Indriya = 5, Rasa = 6) yang menyatakan tahun 654 Saka atau 732 Masehi.
Prasasti Canggal hingga saat ini merupakan prasasti berangka tahun tertua di tanah Jawa, karena sebagaimana kita ketahui prasasti-prasasti raja Purnawarman di Jawa Barat yang diperkirakan usianya lebih tua tidak satu pun mencantumkan angka tahun.
Prasasti Canggal ditulis menggunakan aksara Pallawa dan dalam bahasa Sanskerta dialek awal yang menurut para ahli dirasa "kurang elegan" bila digunakan pada dokumen kerajaan. Dalam sebuah studi komparatif mengenai epigrafi, disebutkan bahwa baik bahasa, aksara maupun isi yang terdapat pada Prasasti Canggal, secara umum memiliki kemiripan dengan Prasasti Han Chei yang terdapat di Kamboja yang berasal dari pertengahan abad ke-7 Masehi. Fakta ini menguatkan pendapat para ahli bahwa kedua prasasti itu memang berasal dari periode yang sama.
Prasasti Canggal memuat 25 baris tulisan yang terbagi menjadi 12 klausal yang dipahatkan pada sebuah lempengan batu persegi panjang berwarna kecoklatan. Terdapat pahatan berupa ornamen floral pada bagian atas dan bawahnya yang berfungsi sebagai frame border dari isi prasasti. Beberapa bagian dari prasasti ini telah mengalami kerusakan, terutama pada bagian kakinya.
Isi Prasasti Canggal
(1) CAKENDRE'TIGETE CRUTINDRIYA-RASAIRANKIKRTEVATSARE.VARENDAUDHAVALA-TRAYODACI-TITHAUBHADROTTAREKARTIKE.LAGNEKUMBHAMAYESTHIRANGA-VIDITEPRASTISTHIPATPARVATELINGANLAKSANA-LAKSITAMNARAPATICCRISANJAYACCANTAYA.
Pada tahun raja-Caka yang telah lalu dengan ditandai angka Cruti Indriya Rasa = 654 Caka (732 M), hari Senin, hari baik, tanggal 13 paro terang bulan Kartika ............ .... Sang Raja Sanjaya mendirikan lingga yang ditandai dengan tanda-tanda (yang telah dipastikan) di bukit yang bernama Sthirangga untuk keselamatan (rakyatnya).
(2) GANGOTTUNGA-TARANGA-RANJITA-JATA-MAULINDU-CUDAMANIH.BHASVAT-PANKTI-VIBHUTI-DEHA-VIKASANNAGENDRA-HARA-DYUTIH.CRIMAT-SVANJALI-KOCA-KOMALA-KARAIRDEWAISTU YA (S) STUYATE.SACREYOBHAVATAMBHAVOBHAVA-TAMASSURYODADATVADBHUTAM.
Sang Dewa Bhawa (Çiwa), sang matahari bagi kegelapan hidup (ini), yang dihormati oleh sekalian dewa-dewa seraya menelakupkan kedua tangannya yang halus menjadi seperti cupu-cupu untuk menyembahnya dengan hormat; yang memakai serampang raja ular; yang mengembangkan diri menjadi berbagai-bagai kenikmatan yang gilang gemilang (di dunia ini); yang bersanggul mahkota terhias dengan manikam yang berupa bulan sabit, dan berkilauan seperti gelombang Sungai Gangga yang suci; moga-mogalah beliau memberi kemuliaan yang sangat besar kepada kamu sekalian.
(3) BHAKTHI-PRAHVAIRMUNINDRAIRABHINUTANASAKRTSVARGA-NIRVANA-HETOH.DEVAIRLEKHARSABHADYAIRAVANATA-MAKUTAICCUMVITAMSAT-PADABHAIH.ANGULYA-TAMRA-PATTRAMMAKHA-KIRANA-LASAT-KECARARANJITANTAM.DEYATCAMCACVATAM VAS TRINAYANA-CARANANINDITAMBHOJA-YUGMA.
Kedua kaki sang dewa bermata tiga (Çiwa), yang bagus sempurna seperti bunga teratai dengan jari-jarinya, mengkilap karena cahaya kukunya; kedua kaki yang dihormati oleh sekalian pemuka para resi seraya berbakti merendahkan dirinya sambil memuja dengan syair-syairan yang sering disyairkan karena mereka ingin mendapatkan kenikmatan dalam akhirat; kedua kaki yang dihormati oleh para dewa yang dikepalai oleh Batara Indra seraya sujud sampai mahkotanya menyentuh tanah, seolah-olah kumbang yang mencium bunga teratai ( = kaki kedua) itu; moga-mogalah kedua kaki sang bermata tiga yang bagus sempurna itu memberi keselamatan yang kekal kepada kamu sekalian.
(4) AICVARYATICAYODBHAVATSUMAHATAMAPYAQDBHUTANAMNIDHIH.TYAGAIKANTA-RATASTANOTISATATAM YO VISMAYAMYOGINAM.YO'STABHISTANUBHIRJAGAT-KARUNAYAPUSNATINASVARTHATAH.BHUTECACCACI-KHANDA-BHUSITA-JATASSATRYAMVAKAHPATUVAH.
Beliau yang, karena sifatnya yang sangat luhur dan kuasa itu - menjadi gudang segala keajaiban yang besar-besar; yang senantiasa dengan ikhlas membuang kepentingan sendiri, selalu membuat heran kepada para pandita; Yang dengan badannya yang delapan memelihara dunia tidak untuk keperluan sendiri, tetapi karena belas kasihnya; moga-mogalah sang bermata tiga raja dari sekalian makhluk, yang mahkotanya terhias dengan bulan sabit itu memberikan perlindungan kepada kamu sekalian.
(5) VIBHRAD-DHEMA-VAPUS-SVADEHA-DAHANA-JVALAEVODYAJ-JATAH.VEDA-STAMBHA-SUVADDHA-LOKA-SAMAYODHARMARTHA-KAMODBHAVAH.DEVAIRVANDITA-PADA-PANJAKA-YUGOYOGICVAROYOGINAM.MANYOLOKA-GURURDADATUBHAVATAMSIDDHIMSVAYAMBHURVIBHUH
Sang jagad guru (dewa Brahma) yang termulia, raja pandita dari sekalian seperti bunga teratai - dihormati oleh para dewa; yang memberi kesenangan, kefaedahan dan kebaikan (di dalam dunia ini); yang mengikat tata-cara manusia dengan tihang yang sangat teguh yakni kitab Veda-veda; yang bermahkota tinggi berkilau-kilauan seperti api menyala, api yang keluar dari badan sendiri, badannya yang mengkilap seperti emas; moga-mogalah dewa yang terjadi dengan sendirinya (Svayambhu = Brahma) dan sangat berkuasa itu memberi kamu sekalian kesempurnaan.
(6) NAGENDROTPHANA-RATNA-BHITTI-PATITAMDRSTVATMA-VIMVA-CRIYAM.SUBHNUBHANGA-KATAKSAYAKUPITAYANUNAM CRYAVIKSITAH.YOYOGARUNA-LOCANOTPALA-DALACCETE'MWU-CAYYA-TALE.TRANARTHAM'TRIDACAISSTUTASSABHAVATAMDEYATCRIYAMCRIPATIH.
Sang dewa Wisnu yang dilihat oleh parameswarinya, dewi Çri, dengan mata mengerling dan alis melengkung karena marah (yang pura-pura), sambil bercermin memandang bayang-bayangnya di dalam menikam di atas kepala naga raja yang membeberkan leher; sang dewa Wisnu yang matanya merah - seperti kelopak bunga tanjung - karena khusuknya bersemedi; dia yang berbaring di atas laut yang dihormati oleh para dewa karena pertolongannya; Semoga Sang dewa Wisnu itu memberi kebahagiaan kepada kamu sekalian.
(7) ASIDDVIPAVARAMYAVAKHYAMATULAMCHANYADI-VIJADHIKAM.SAMPANNAMKANAKAKARAISTAD-AMARAI(SSAKSADIVOPARJITAM).CRIMAT-KUNJARA-KUNJA-DECA-NIHI(TAMLIN) GADI-TIRTHAVRTAM.STANAMDIVYATAMAMCIVAYAJAGATACCAMBHOS TUYATRADBHUTAM.
Adalah pulau mulia, bernama Jawa, yang tak ada bandingannya tentang hasil buminya, terutama hasil padi; Kaya akan tambang emas yang semata-mata diakui kepunyaan para dewa; pulau yang penuh dengan tempat-tempat pemujaan suci, Kunjarakunja namanya untuk keselamatan dan kemakmuran dunia.
(8) TASMINDVIPE YAVAKHYEPURUSA-PADA-MAHALAKSMA-BHUTEPRACASTE.RAJOGROD-AGRA-JANMAPRATHITA-PRTHU-YACASAMA-DANENASAMYAK.CASTASARVA-PRAJANAMJANAKAIVACICORJANMATOVATSALATVAT.SANNAKHYASSAMNATARIRMANURIVA SU-CIRAMPATIDHARMENAPRTHVIM.
Di pulau Jawa tersebut, yang sangat masyhur menjadi mustika di antara tempat manusia lain-lainnya, di situ ada seorang raja, Sang Sanna namanya, berasal dari keluarga kerajaan tinggi dan masyhur karena jasanya yang sangat besar, memerintah sekalian rakyatnya dengan kebaikan, anugerah kehalusan budi, seolah-olah seorang bapak (mendidik) anaknya mulai dari kecil karena cintanya; yang menaklukkan musuhnya dan seperti Sang Manu sangat lama memerintah kerajaannya dengan keadilan.
(9) EVAMGATESAMANUCASATIRAJYA-LAKSMIMSANNAHVAYE'NVAYAVIDHAUSAMATITA-KALE.SVARGESUKHAMPHALA-KULOPACITANPRAYATE.BHINNAMJAGADBHRAMATICOKA-VACADANATHAM.
Setelah raja yang bernama Sang Sanna yang seperti bulan bagi turunannya itu, mendiang sesudah beliau sangat lama memelihara kebahagiaan negaranya, dan pergi ke swargaloka untuk merasakan kenikmatan, yakni himpunan tabiatnya yang sangat baik itu, maka pecahlah negaranya, (rakyatnya) bingung karena sedih kehilangan perlindungan.
(10) JVALAJ-JVALANA-VIDRAVAT-KANAKA-GAURA-VARNAH.MAHAD-BHUJA-NITAMVA-TUNGATAMA-MURDDHA-CRNGONNATAH.BHUVISTHITA-KULACALA-KSITI-DHAROCCA-PADOCCHRAYAH.PRABHUTA-GUNA-SAMPADODBHAVATIYAS TATOMERUWAT.
(Adapun) yang berbangkit (menggantikannya menjadi raja), yakni seorang yang warna kulitnya berkilau-kilauan seperti emas yang luluh di dalam api yang berkobar-kobar... ........; yang mempunyai lengan kuat seperti bukit barisan turun dari puncak bukit indungnya, yang mengangkat kepalanya sangat tinggi seperti bukit meru (Himaĺaya) dengan puncaknya; yang kakinya terletak lebih tinggi dari pada kepala raja-raja yang duduk di tanah,
(11) CRIMANYOMANANIYOWUDHA-JANA-NIKARAICCASTRA-SUKSMARTHAVEDI.RAJACAURYADI-GUNYORAGHURIVAVIJITANEKA-SAMANTA-CAKRAH.RAJA CRISANJAYAKHYORAVIRIVAYACASADIG-VIDIK-KHYATALAKSMIH.SUNUSSANNAHA-NAMNASSVASURA (VANIPATER) NYAYATACCASTIRAJYAM.
Yang termulia dan dihormati oleh sekalian para bijaksana karena pengetahuannya akan kitab-kitab dengan maksudnya yang sulit-sulit; seorang raja yang bertabiat gagah berani seperti Çri Rama, menaklukkan sekalian raja-raja di sekitar negaranya. Namanya ialah sang raja Çri Sanjaya, dengan jasanya yang bagaikan matahari, masyhur di mana-mana mempunyai kebahagiaan, beliau ialah putera Sang Sannaha, saudara perempuan sang raja (Sanna tersebut di atas).
(12) YASMINCHASATISAGARORMI-RACANAMCAILA-STANIMMEDINIM.CETERAJA-PATHEJANONACAKITACCORAIRNACANYAIRBHAYAIH.KIRTYADYAIRALAM-ARJITACCASATATAMDHARMARTHA-KAMANARAIH.NUNAMRODITIRODITITISA KALIRANCA-CESOYATAH.
Selama raja ini memerintah kerajaannya yang berpending gelombang samudra dan bertetek bukit-bukit, maka orang yang tidur di tepi jalan raya tidak takut penjahat dan bahaya lain-lainnya oleh manusia, manusia yang kaya akan nama baik tercapailah selalu kesenangan, kefaedahan dan kebaikan dengan cukup. Sekarang Sang Kali seolah-olah hanya menangis-nangis saja, karena tidak dapat bagian suatu apa.
[Sumber : Prasasti Canggal, Ki Demang Sokowaten, 15-12-2016]
Catatan : Untuk menghindari kesalahan dalam pemenggalan kalimat, penulis tidak menggunakan spasi pada teks Sanskerta di atas, kecuali spasi yang ada di sumber penulisan.
* * *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar