Mahesa Reksa Kembara
TIYANG JAWI KUNA
Peninggalan prasasti- prasasti dari zaman Mataram kuno banyak memberikan informasi tentang orang- orang yang hidup di zaman itu, khususnya yang berkaitan dengan peristiwa penetapan sima (wilayah perdikan yang bebas dari pemungutan pajak).
Prasasti yang memberitakan hal itu antara lain Prasasti Wanua Tengah III (908 M) dan Prasasti Rukam. Kedua prasasti itu dikeluarkan oleh Sri Maharaja Rakai Watukura dyah Balitung, raja Kerajaan Medang ri Poh Pitu.
Para kawula Mataram kuno yang disebut dalam prasasti umumnya mereka yang berjasa atau ikut terlibat dalam upacara penetapan sima. Mereka biasanya merupakan para nayaka yang memegang jabatan di tingkat wanua (desa) dan juga watek (daerah yang membawahi beberapa desa- desa).
Nama- nama mereka biasanya di dahului dengan kata sandang "Si-" dan diikuti nama anak tertuanya, terkadang nama istrinya juga ikut dicantumkan dibelakangnya.
Rakyat Mataram Kuno
Berikut nama- nama kawula Mataram kuno yang hidup di abad ke-10, yang namanya diabadikan dalam Prasasti Wanua Tengah III (908 M), peninggalan Sri Maharaja Rakai Watukura dyah Balitung yang bertahta di Medang ri Poh Pitu ;
Ma..uh ayahnya Sadhana (Pagerwesi),
Si Syama ayahnya Bikra (Pikatan Asampanjang),
Si Kusuma ayahnya Lagah (Pikatan Wijyangin),
Si Mrah ayahnya Astiti (Pikatan Gunung),
Si Balawa (Pikatan Asampanjang),
Si Jalu ayahnya ... (Pikatan Lekan),
Si Rasuk (Tirasi ing),
Si Dhawala ayahnya Kesara (Tirasi ing),
Si Manghu ayahnya Kanaka (Wanua- prana),
Si Ananta ayahnya Kandara,
Si Balu ayahnya ...,
Knda ayahnya Prih (Pagerwesi),
Si Towon ayahnya Ara Sowang (Sang Nara Hawala Sang Tawan Kupang),
... ayahnya Asih,
Si Mandyas ayahnya Weda (Piyungganya),
Si Gayatri (Pikatan Dhamuran),
Si Sodai ayahnya Basu (Wanua Tengah),
Si Kusala ayahnya Rawa (Wanua Tengah),
Si Wangan ayahnya Sarini (Wanua Tengah?),
Si Dakat ayahnya Ladhanakali? (Wanua Tengah?),
Si Gowana ayahnya Ujso,
Si Bisawa ayahnya Baila,
Si Kalula ayahnya Prayanta,
Si Candra ayahnya Geda,
Si Kito ayahnya Mudita,
Si Pundut ayahnya Landu,
Si Tanjungan ayahnya Bacung,
Si Luwdira,
Si Hada ayahnya Sura,
Sagflar ayahnya Sekar,
Gularan ayahnya Ratni,
Si Angira ayahnya Bisuddhi,
Si Lewih ayahnya Karengean,
Si Julay ayahnya Sabdang,
Si Yukti ayahnya Kebha,
Si Wadua ayahnya Sukhami,
Si Godog ayahnya Sunddhi,
Si Mahi ayahnya Masondri,
Si Wareg ayahnya Panda,
Si Tuli ayahnya Basi,
Si Risi ayahnya Besu (Wijyangin),
Si Pipul ayahnya Buntar (Wijyangin),
Si Rarana ayahnya Limak (Tumpal),
Si Candra ayahnya Cara ,
Si Kadal ayahnya Gundal,
Si Blondo ayahnya Budanta,
Si Ku (di Kuluwsya),
Si Grihita,
Si Sojasa (di Panunggalan),
Si Mara ayahnya Atis,
Si Baskara ayahnya Dewi (di Layunganak),
Si Rua Galuh ayahnya Wudi (di Hulu wanua),
Si Gujil,
Si Kalula ayahnya Yukti,
Pu Japunan (di Samalagi),
Si Kali ayahnya Nita (di Pikatan),
Si Pangalaman,
Si Kaca ayahnya Radhini,
Si Sula ayahnya Basi,
Si Suti ayahnya Widya,
Si Wangun,
Si Hring ayahnya Cakra,
Si Ama ayahnya Celeng (di Lua),
Graswa ayahnya Agam (desa Titang watak Pikatan),
Si Gedil ayahnya Mundil (desa Wdi),
Si Kling ayahnya Sdang (desa Wanua Tengah),
Si Rsuk (desa Tinor),
Si Wilasa ayahnya Tatha (desa Pangkur watak Ayam Teas),
Si Dayanna (desa Kahangatan watak Hammes),
Si Janggi ayahnya Wulakan (desa Wadung Poh watak Pangkur Poh).
Demikianlah nama- nama kawula Mataram kuno yang disebut namanya dalam Prasasti Wanua Tengah III. Mengingat lokasi penemuan prasasti ini di daerah Kaloran, kabupaten Temanggung, mungkin sebagian besar nama- nama yang tercantum berdomisili di sekitar situ. Atau jangkauan yang agak luas bisa mencakup daerah Wonosobo-Temanggung-Magelang (eks karesidenan Kedu).
* * *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar